Oppo Tanggapi Kabar Rencana Pabrik Baru di Tangerang

Posted on

Oppo Tanggapi Kabar Rencana Pabrik Baru di Tangerang – Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan vendor ponsel Oppo Indonesia akan berinvestasi dengan membuka sekitar 8.000 lapangan pekerjaan di Kota Tangerang, mulai dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Sarjana (S1). Public Relations Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto membenarkan kabar tersebut. “Kemarin, perwakilan pabrik kami diminta menghadap ke Wali Kota Tangerang.

Oppo Tanggapi Kabar Rencana Pabrik Baru di Tangerang

Ruang depan saat memasuki pabrik Oppo

Oppo memang berencana mengembangkan pabriknya di Indonesia,” ujar Aryo kepada KompasTekno ketika dihubungi KompasTekno, Rabu (14/10/2020). Namun Aryo tidak menyinggung besaran jumlah lapangan pekerjaan yang disebutkan oleh Wali Kota Tangerang tadi, termasuk kapan rencana pengembangan tersebut bakal terwujud. Namun, jika berkaca pada pabrik Oppo Indonesia di Mauk, Tangerang.

Banten, jangka tiga tahun bisa dijadikan sebagai patokan. Sebab, pabrik tersebut mulai direncakana pengembangannya pada tahun 2012, dan beroperasi sekitar awal 2015. “Harusnya kurang dari tiga tahun (dari sekarang). Kemarin yang di Mauk, toping off (tahap pemolesan akhir pabrik) akhir tahun 2014 dan beroperasi awal tahun 2015,” terang Aryo. Sebagai informasi, pabrik Oppo di Mauk memiliki luas kurang lebih 2,7 hektar. Lahan seluas itu.

Menurut Aryo, kini menampung sekitar 1.000 – 2.000 karyawan pabrik. Jika Oppo akan menambah 8.000 pekerja seperti yang diklaim oleh Wali Kota Tangerang, maka Oppo membutuhkan lahan yang lebih luas. Belum diketahui apakah Oppo akan memperluas pabrik yang telah ada, menambah pabrik baru di lokasi lain, atau merelokasi dengan menutup pabrik lama dan membangun pabrik baru yang lebih luas. Terkait pernyataan Wali Kota Tangerang, tentang rencana Oppo yang ingin menarik investor China sebagai pemasok komponsen (supplier), Aryo tidak memberikan komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *