Telkomsel Buka Pendaftaran The NextDev Talent Scouting untuk Startup Pemula – Tekomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. The NextDev Talent Scouting adalah kompetisi berskala nasional untuk early-stage startup berdampak sosial yang mampu menjadi penguat ekosistem digital di Indonesia melalui implementasi teknologi di sektor yang lebih luas.

Telkomsel Buka Pendaftaran The NextDev Talent Scouting untuk Startup Pemula

The NextDev

Telkomsel membuka kesempatan bagi penggiat startup di seluruh Indonesia untuk mengikuti The NextDev Talent Scouting 2020 dengan mendaftarkan diri melalui tautan berikut ini. Lewat program ini, Telkomsel berharap dapat menjaring sekaligus memajukan lebih banyak early-stage startup (startup yang baru memulai) yang berdampak sosial positif di Indonesia.

Juga menjadi bagian upaya Telkomsel dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” kata VP Corp Comm Telkomsel, Denny Abidin dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (27/11/2020). Pada tahun ini, The NextDev Talent Scouting terbagi ke dalam empat kategori, yaitu: – Envirotech For Better Planet – The Borderless Digital Economy – Healthtech Innovation – Edtech for All Seluruh kategori telah dirancang berdasarkan.

Sustainable Development Goals agar The NextDev Talent Scouting dapat membentuk early-stage startup yang mampu menyediakan solusi berbasis teknologi terhadap masalah-masalah fundamental di masyarakat. Sedangkan The NextDev Academy merupakan ajang pengembangan startup teknologi berdampak sosial dengan kurikulum komprehensif serta bimbingan mentor-mentor terbaik di bidangnya. The NextDev Academy 2020 sendiri akan diikuti oleh para finalis dari The NextDev Talent Scouting 2019.

Di tahun ini, kurikulum yang diberikan kepada para startup akan fokus ke lima hal utama, yaitu Finance & Investment, Marketing, People Management, Social Impact, dan Deep Tech. Informasi lebih lanjut mengenai The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy serta inisiatif lainnya dari The NextDev dapat diakses di tautan berikut ini.

Xiaomi Umumkan Redmi Note 9 dan Note 9 Pro Versi Kencang – Ponsel 5G kini semakin membumi. Konektivitas internet generasi kelima itu mulai merambah ke segmen ponsel menengah. Salah satunya adalah melalui ponsel populer Xiaomi, Redmi Note 9 5G series yang baru saja diperkenalkan di China. Ada dua model, yakni Redmi Note 9 Pro 5G dan Redmi Note 9 5G. Secara spesifikasi, dua model ini memiliki spesifikasi lebih tinggi dibanding Redmi Note 9 series 4G.

Xiaomi Umumkan Redmi Note 9 dan Note 9 Pro Versi Kencang

Sisi belakang Redmi Note 9 5G series.

Yang sudah dijual di Indonesia beberapa bulan lalu. Redmi Note 9 Pro 5G Redmi Note 9 Pro mengusung spesifikasi lebih gahar dibanding Redmi 9 5G. Redmi 9 Pro 5G memiliki layar LCD berbentang 6,67 inci. Layar tersebut memiliki resolusi 1080p dengan refresh rate 120 Hz dan touch sampling 240 Hz. Sisi depan dan belakang perangkat dilindungi Corning Gorilla Glass 5. Pada sektor kamera, tersemat kamera utama beresolusi 108 MP dengan sensor ISOCELL HM2 besutan Samsung.

Sensor kamera tersebut lebih kecil dibanding ISOCELL HM1 yang ada di Samsung Galaxy S20 Ultra. Kamera Redmi Note 9 Pro ini juga telah didukung kemampuan nona-binning yang akan mengombinasikan data dari sembilan piksel yang berdekatan menjadi satu. Artinya gambar yang dihasilkan setara dengan resolusi 12 MP yang dihasilkan dari kamera 2,1 mikron piksel. Kamera utama tersebut ditemani tiga kamera lain, yakni ultrawide 8 MP, makro 2 MP, dan depth sensor 2 MP.

Lalu untuk swafoto, terdapat kamera 16 MP yang tertanam di lubang kamera yang ada di sisi atas layar. Redmi Note 9 Pro 5G ditenagai chipset Snapdragon 750G yang dipadu dengan RAM 6 GB dan 8 GB serta memori internal UFS 2.2 berkapasitas 128 GB hingga 256 GB. Baterainya berkapasitas 4.820 mAh yang didukung pengisi daya cepat 33 watt. Xiaomi mengklaim pengisian daya dari nol persen hingga penuh memakan waktu 58 menit.

Redmi Note 9 Pro masih dibekali lubang jack audio 3,5mm dan IP53 untuk melindungi bodi dari percikan air. Kemudian ada stereo speaker dan panel pemindai sidik jari di sisi kanan ponsel, serta sensor IR Blaster dan NFC. Redmi Note 9 5G series mulai bisa dipesan di China dan akan dijual pada 1 Desember mendatang. Redmi Note 5G dijual dengan harga mulai dari 1.600 yuan atau sekitar Rp 3,4 juta (kurs rupiah saat berita ditulis) untuk model 6 GB/128 GB dan 2.000 yuan (Rp 4,2 juta) untuk model 8 GB/256 GB. Model ini memiliki spesifikasi sedikit lebih rendah dibanding Redmi Note 9 Pro 5G.

Layarnya berjenis LCD yang berbentang 6,53 inci dan resolusi Full HD Plus. Ponsel ini dibekali tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48 MP, ultrawide 8 MP, dan makro 2 MP. Sementara kamera depannya beresolusi 13 MP. Redmi Note 9 5G “diotaki” chipset Mediatek Dimensity 800U yang dipadu dengan RAM 6 GB atau 8 GB serta memori internal UFS 2.2 berkapasitas 128 GB dan 256 GB. Ponsel ini memiliki konektivitas dual SIM 5G+5G dan.

Memiliki kemampuan berpindah ke jaringan 5G berdasarkan kualitas sinyal. Fitur tersebut tidak hadir di Redmi Note 9 Pro 5G. Ponsel ini dibekali baterai 5.000 mAh yang disokong pengisi daya 18 watt. Seperti versi Pro, versi reguler ini juga memiliki sensor IR Blaster dan speaker stereo. Seperti versi Pro, Redmi Note 9 5G juga mulai tersedia 1 Desember.

Harganya dipatok mulai dari 1.300 yuan (Rp 2,8 juta) untuk model RAM 6 GB/128 GB, 1.500 yuan (Rp 3,2 juta) untuk model 8 GB/128 GB, dan 1.700 yuan (Rp 3,6 juta) untuk model 8 GB/128 GB. Dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Jumat (27/11/2020), belum ada informasi lebih lanjut tentang ketersediaan dua ponsel 5G menengah ini di pasar global.

Jika UU Perlindungan Data Pribadi Masuk Prolegnas 2021, DPR Diminta Kerja Lebih Cepat Lagi – Badan Legislasi (Baleg) DPR telah menginventarisasi 38 rancangan undang-undang (RUU) yang diusulkan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. Keputusan final 38 RUU usulan Prolegnas prioritas 2021 ini rencananya akan diambil pada hari ini, Jumat (27/11/2020).

Jika UU Perlindungan Data Pribadi Masuk Prolegnas 2021, DPR Diminta Kerja Lebih Cepat Lagi

Ilustrasi perlindungan data pribadi

Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar menilai jika RUU PDP bisa masuk Prolegnas Prioritas 2021, DPR harus memperketat jadwal pembahasannya untuk mempercepat pengesahan. “Ke depan untuk mengakselerasi proses pembahasan, penting untuk memastikan jadwal yang ketat, sehingga anggota.

DPR yang terlibat dalam panitia kerja RUU PDP tidak dibebani proses legislasi lain yang terlalu banyak,” jelas Wahyudi melalui sambungan telepon. RUU PDP sendiri mulai digodok pemerintah sejak 2014 dan baru diserahkan ke DPR pada tahun 2020. Pembahasan RUU PDP yang semula ditargetkan rampung pada November 2020 pun terpaksa mundur karena terkendala pandemi Covid-19. Kendati demikian, proses pembahasan tetap harus mengakomodasi partisipasi publik.

Berlangsung secara transparan, dan bertanggungjawab. Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan UU PDP sangat dibutuhkan sebagai payung hukum program transformasi digital yang digalakan pemerintah. Dalam rangka percepatan pemulihan pasca-pandemi, pemerintah mencanangkan program percepatan transformasi digital, di mana seluruh masyarakat baik di daerah urban dan pedesaan menggunakan layanan berbasis internet untuk kegiatan sehari-hari.

Ruang-ruang digital tersebut, menurut Wahyudi, memperlebar kerentanan penyalahgunaan data pribadi. Selain itu, Indonesia juga membutuhkan instrumen kebijakan hukum yang memadai dan kuat untuk merealisasikan target ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Hari ini kita juga semestinya bisa setara dan kompatibel dengan hukum-hukum PDP di berbagai negara. Ini kan juga terkait erat dengan kebutuhan dan pengembangan ekonomi digital yang jadi prioritas pemerintah.

Jelas Wahyudi. Urgensi UU PDP juga didasarkan pada sejumlah kasus kebocoran data pribadi yang terjadi di sejumlah platform, baik e-commerce maupun di lembaga pemerintah dalam setahun belakang. Wahyudi menilai, absennya payung hukum yang melindungi data pribadi pengguna membuat tidak adanya penyelesaian yang memadai, tuntas, dan bertanggung jawab untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baleg DPR sendiri rencananya akan mengambil keputusan daftar Prolegnas 2021 pada hari ini, Jumat (27/11/2020), setelah rapat sebelumnya pada Rabu (25/11/2020) mengalami kebuntuan. Terdapat tiga RUU yang diperdebatkan di DPR dan berpolemik. Ketiga RUU tersebut adalah RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), RUU Ketahanan Keluarga dan RUU Bank Indonesia. “Raker Prolegnas 2021 dijadwalkan Jumat, 27 November 2020,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Pete Lau Komentari Bocoran Render OnePlus 9 Pro – Beberapa minggu lalu render mengenai OnePlus 9 Pro sudah muncul di internet. Terungkap, smartphone tersebut memiliki desain yang mirip dengan Samsung Galaxy S20 FE, meskipun dengan layar melengkung yang memiliki punch-hole di sudut kiri atas.

Pete Lau Komentari Bocoran Render OnePlus 9 Pro

Sekarang, CEO OnePlus, Pete Lau mengomentari desain tersebut. Eksekutif tertinggi di OnePlus itu berkicau melalui akun Twitter miliknya, meskipun ia memposting sesuatu yang tidak langsung terkait dengan desain OnePlus 9 Pro yang sudah bocor di internet.

Bagian pertama dari kicauan Lau, “No design is ever set in stone”. Ini bisa saja diterjemahkan bahwa OnePlus 9 Pro mungkin tidak akan terlihat seperti yang digambarkan oleh render. Sumber bocoran, Steve Hemmerstoffer sendiri memang mengatakan bahwa desain bisa saja berubah, terutama desain kamera belakang.

Kalimat kedua dari tweet tersebut menyebutkan bobot smartphone. Lau bahkan menekankan bahwa smartphone tersebut akan sangat ringan. Seperti yang kita tahu, OnePlus 8 Pro memiliki berat 199 gram. Ini mengindikasikan bahwa pengganti OnePlus 8 Pro pasti akan lebih ringan, mungkin kurang dari atau sekitar 180 gram.

Tentu saja tak sedikit orang yang sangat ingin melihat desain akhir dari OnePlus 9 Pro. Tetapi, dengan bocoran terbaru yang sudah muncul di internet, tentunya kita tidak akan terkejut bahwa OnePlus telah mengambil langkah untuk menyumbat sumber kebocoran dan merahasiakan desain tersebut.

Selain itu, kita juga tidak akan terkejut jika OnePlus sendiri yang akan mengungkap lebih detail mengenai desain smartphone terbarunya itu. Akhir-akhir ini, kita juga telah melihat sejumlah pabrikan smartphone termasuk OnePlus yang mengontrol narasi dalam hal bocoran.

OnePlus 9 Pro dan versi standarnya, OnePlus 9, diharapkan akan diluncurkan pada bulan Maret di tahun depan. Kedua smartphone tersebut akan datang dengan chipset andalan Qualcomm, Snapdragon 875. Keduanya juga diharapkan akan berjalan dengan antarmuka OxygenOS 11 berbasis Android 11.

Telkomsel Dukung Gelaran SuperGamerFest (SGF) 2020 – Telkomsel mengajak seluruh gamer dan penggemar e-Sports di Indonesia untuk merasakan keseruan dari SuperGamerFest (SGF) 2020. Ini adalah festival virtual yang digelar khusus bagi pencinta game dan e-Sports di Asia Tenggara.

Telkomsel Dukung Gelaran SuperGamerFest (SGF) 2020

Salah satu daya tarik yang dimiliki oleh SGF adalah SuperGamerFest Awards, sebuah apresiasi untuk kreator konten gaming dan pelaku e-Sports terbaik di kawasan Asia Tenggara. Seluruh insan di dalam komunitas gaming di Tanah Air dapat mendukung kreator konten dan pelaku e-Sports Indonesia agar bisa mengharumkan nama bangsa.

Seperti dikatakan oleh Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana bahwa SuperGamerFest 2020 menjadi wadah yang penting bagi pelaku e-Sports, kreator konten gaming, dan penggemar game pada umumnya untuk berkumpul dan bersuka cita melalui berbagai aktivitas seru di dalamnya.

Telkomsel merasa bangga dapat terlibat dan memberikan dukungan bagi SuperGamerFest 2020. Kami pun mengajak komunitas gaming di Indonesia untuk terlibat langsung di kegiatan tersebut dan membawa kebanggaan esports Tanah Air di kancah regional,” ucap Nirwan.

SuperGamerFest 2020 merupakan inisiatif PVP Esports, platform antar game dan antar negara pertama di ASEAN yang disokong Singtel. Inisiatif yang digelar secara virtual pada 5 – 6 Desember dan 11 – 13 Desember 2020 tersebut menghadirkan berbagai kegiatan interaktif seperti lokakarya hingga wawancara dengan figur e-Sports ternama.

Selain itu, SuperGamerFest 2020 yang baru pertama kali digelar juga menyelenggarakan SuperGamerFest Awards. Ini adalah ajang penghargaan bagi para kreator konten gaming dan pelaku e-Sport profesional di Asia Tenggara. SuperGamerFest Awards menjadi bentuk perayaan akan semangat dan kreativitas dalam industri game di ASEAN.

Komunitas gaming di Indonesia bisa mengajukan nama favoritnya yang dapat terpilih dalam nominasi pada SuperGamerFest Awards. Secara keseluruhan, terdapat 10 kategori penghargaan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu Gaming Creator Awards dan Esports Awards.

Penghargaan dalam Gaming Creator Awards terdiri dari Content Creator of the Year, Streamer of the Year, VOD Creator of the Year, Social Media Star of the Year, dan Breakout Creator of the Year. Sedangkan Esports Awards mencakup Esports Team of the Year, Esports Pro Player of the Year, Esports Coach of the Year, Esports Performance of the Year, dan Esports Game of the Year.

Nantinya, pemenang ditentukan berdasarkan kombinasi antara nominasi dari penggemar, analisis kuantitatif, dan penjurian oleh panel. Para pelaku industri kenamaan seperti Blizzard, Moonton, Riot Games, Team Secret, termasuk Singtel, Telkomsel, serta organisasi e-Sports nasional dari berbagai negara juga terlibat memberikan penilaian.

“Telkomsel sangat antusias menantikan penyelenggaraan SuperGamerFest 2020 dan SuperGamerFest Awards. Kami pun sudah menyiapkan platform Dunia Games dan MAXstream yang akan mendukung penuh acara tersebut dengan menghadirkan siarannya secara langsung bagi seluruh insan komunitas gaming di Indonesia,” pungkas Nirwan.

Penjualan Seri Redmi Note Mencapai 140 Juta Unit Lebih – Xiaomi baru saja mengumumkan pencapaian penjualan seri Redmi Note yang telah melampaui angka 140 juta unit sejak pertama kali diperkenalkan Maret 2014. Angka tersebut adalah pengakuan dari pasar tentang inovasi dan terobosan yang dihadirkan seri smartphone dalam menawarkan harga berbanding performa terbaik.

Penjualan Seri Redmi Note Mencapai 140 Juta Unit Lebih

Alasan seri Redmi Note dicintai oleh lebih dari 140 juta penggunanya adalah komitmennya dalam menghadirkan teknologi terbaik untuk banyak orang melalui produk dengan kualitas flagship,” kata Vice President Xiaomi Group, Lu Weibing. Dalam tujuh tahun terakhir, seri Redmi Note mencatatkan rekor penjualan di berbagai negara dan mendapatkan pengakuan dari penggunanya. Contohnya adalah seri Redmi Note 7 terjual lebih dari 10 juta unit dalam 4 bulan sejak diperkenalkan pada awal tahun 2019.

Tidak kalah menarik, catatan rekor lainnya yang juga membuat Xiaomi bisa tersenyum lebar adalah penjualan seri Redmi Note 8. Dalam waktu tiga bulan sejak diperkenalkan pada Oktober 2019, seri Redmi Note 8 telah terjual lebih dari 10 juta unit. Penjualan untuk pasar global dari seri ini juga telah melampaui 40 juta unit.

Beberapa ciri khas dari seri Redmi Note selama ini adalah performa lebih kencang, kualitas yang tinggi, pengalaman yang lebih utuh dari produk lain di rentang harga yang sama. Itulah beberapa alasan yang menjadikan seri Redmi Note sebagai seri smartphone yang selalu dinantikan kehadirannya.

Di pasar Indonesia, Xiaomi sendiri telah memboyong Redmi Note 9 yang perkenalkan pada awal bulan Juni 2020. Smartphone ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp2.299.000. Saat ini, ada lima varian warna yang ditawarkan, yakni Polar White, Midnight Grey, Sunset Red, Forest Green, dan Onyx Black.

Ponsel Layar Gulung Oppo X 2021 Bakal Dibawa ke Indonesia – Oppo resmi memperkenalkan smartphone purwarupa dengan layar yang bisa digulung (rollable) perdananya, yakni Oppo X 2021. Dengan mekanisme tersebut, luas layar bisa diekspansi ke samping, sehingga lebih luas, dari 6,7 inci menjadi 7,4 inci. Ponsel ini sendiri diperkenalkan pertama kalinya di China dalam acara Oppo Inno Day 2020 .

Ponsel Layar Gulung Oppo X 2021 Bakal Dibawa ke Indonesia

Ilustrasi Oppo X 2021.

Pada Selasa (17/11/2020). Lantas, apakah ponsel layar gulung ini bakal turut diboyong Oppo ke Indonesia? Public Relations Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan kejelasan apakah Oppo X 2021 bakal dikenalkan ke publik di Indonesia atau tidak. Mungkin masih banyak teknologi (Oppo X 2021) yang belum sempurna dan masih dikembangkan.

Ujar Aryo di sesi tanya jawab Zoom, Selasa (17/11/2020). “Untuk menghindari itu dan berdasarkan kebijakan dari pusat, kami belum bisa memastikan apakah Oppo X 2021 akan dibawa ke Indonesia atau tidak,” imbuh Aryo. Terlepas dari kepastian yang masih misterius, Aryo sendiri mengutarakan bahwa sebenarnya permasalahannya bukan di teknologi atau kebijakan, melainkan masalah kondisi yang tidak memungkinkan untuk memboyong sebuah produk prototipe ke Tanah Air.

Satu hal yang paling merepotkan itu justru bagaimana produk prototipe itu bisa sampai ke Indonesia, apalagi di tengah situasi (pandemi) seperti ini,” tutur Aryo. Aryo menambahkan, apabila melihat gelaran Oppo Inno Day 2019 yang sempat KompasTekno hadiri tahun lalu, Indonesia juga tidak disambangi oleh beragam perangkat prototipe yang diumumkan di gelaran tersebut, bahkan hingga saat ini.

Artinya, aneka perangkat yang dipamerkan di gelaran Oppo Inno Day agaknya hanya eksklusif ditampilkan, atau bisa dijajal di acara tersebut saja. Selain hal tersebut, Aryo juga membeberkan alasan mengapa Oppo X 2021 mengusung teknologi layar rollable, alih-alih layar tekuk (foldable) yang belakangan marak diadopsi vendor smartphone. Menurut Aryo, layar foldable saat ini sudah termasuk kategori layar yang “kuno”. “Oppo tidak ingin mengembangkan layar tradisional.

Dan layar tekuk itu termasuk layar tradisional. Sebab, layar tekuk itu masih terlihat oleh mata, dan sedikit tidak lebih modern dibanding layar gulung,” kata Aryo. Adapun kehadiran Oppo X 2021 sendiri merupakan upaya perusahaan untuk menyematkan teknologi layar gulung ke dalam sebuah smartphone, alih-alih produk yang mempunyai layar dan sekadar menyala tanpa memiliki fungsi “pintar”.

Logitech G PRO X SUPERLIGHT Hadir Desember di Indonesia – Logitech G mengumumkan mouse nirkabel teringan yang pernah ada yang didedikasikan bagi pemain eSports, yaitu Logitech G PRO X SUPERLIGHT. Mouse gaming ini telah dilengkapi dengan teknologi nirkabel LIGHTSPEED, sensor HERO 25K, serta desain mekanis yang sangat halus.

Logitech G PRO X SUPERLIGHT Hadir Desember di Indonesia

“Memiliki bidikan yang bagus adalah suatu keharusan, apalagi saat bermain CS:GO. Logitech G PRO X SUPERLIGHT memungkinkan saya untuk terus bermain di level tertinggi, tanpa batas, tanpa kompromi dan yang terpenting tanpa kesalahan!” , ungkap Oleksandr Kostyliev a.k.a s1mple, pemain profesional CS:GO dalam tim Natus Vincere (NAVI).

PRO X SUPERLIGHT akan bergabung dengan seri PRO yang sudah memiliki reputasi performa unggul di antara para pemain eSports profesional. Mouse gaming ini juga telah melewati uji di lapangan dan memainkan peran kunci dalam membantu tim ASTRALIS dan G2 eSports dalam memenangkan sebuah kompetis game.

Saya selalu mencari perlengkapan yang sempurna untuk meningkatkan kemampuan saya. PRO X Gaming Mouse yang terbaru sangat ringan dan akurat, memungkinkan saya untuk fokus hanya pada game,” kata Benita Novshadian, alias bENITA, seorang pemain profesional game Valorant untuk tim CLG.

Untuk memenuhi tuntutan kompetitif dalam bermain game, PRO X SUPERLIGHT merancang mouse PRO Wireless menjadi yang teringan dan tercepat. Semua itu bertujuan untuk menghilangkan semua penghalang menuju kemenangan dalam sebuah permainan.

Didesain ulang dengan cermat dan direkayasa untuk mengurangi bobot sekaligus meningkatkan kinerja

PRO X SUPERLIGHT ini hanya memiliki bobot kurang dari 63 gram. Hal ini artinya hampir 25% lebih ringan dari versi terdahulu, PRO Wireless.

Selain itu, PRO X SUPERLIGHT juga sudah dilengkapi dengan fitur nirkabel 2,4GHz LIGHTSPEED yang lebih responsif untuk bermain tanpa kabel serta masa pakai baterai yang lebih lama hingga 70 jam. Mouse gaming terbaru ini memiliki PTFE (Polytetrafluoroethylene) atau mouse feet pada bagian bawah yang cukup besar dan tanpa aditif.

Daya tarik lainya, PRO X SUPERLIGHT juga dilengkapi dengan sensor Logitech G HERO 25K pada 25.600 DPI, sensor mouse level sub-mikron pertama di industri yang dapat secara akurat melacak pergerakan pada level sub-mikron – kira-kira 1/50 ketebalan rambut manusia – tanpa mengorbankan tingkat akurasi.

Sensor HERO 25K menggunakan sistem manajemen daya pintar menyesuaikan frame rates berdasarkan gerakan mouse, untuk meminimalkan konsumsi daya. Bahkan pada DPI tinggi, HERO 25K bisa 10x lebih hemat daya daripada sensor Logitech G sebelumnya.

Logitech G PRO X SUPERLIGHT akan mulai tersedia di Indonesia pada bulan Desember 2020 dengan harga SRP Rp2.299.000 dan tersedia dalam dua warna yaitu hitam dan putih. Versi terdahulu, yaitu PRO Wireless Mouse juga akan mengalami penurunan harga SRP menjadi Rp1.990.000.

Murah dan Ganas! Pantes Aja Ghoib – Review ASUS TUF Gaming Geforce RTX 3080 – Selama setahun belakangan ini, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa NVIDIA benar-benar mendominasi pasar kartu grafis dengan berbagai produk andalannya seperti RTX series. Tidak cuma berhenti disitu saja, NVIDIA bakal melanjutkan dominasinya pada RTX 30 series.

Murah dan Ganas! Pantes Aja Ghoib – Review ASUS TUF Gaming Geforce RTX 3080

Setelah menanti, NVIDIA resmi mengumumkan RTX seri 30 pada awal September 2020 kemarin. Seperti biasa, seri yang diumumkan terlebih dahulu adalah RTX 3090, RTX 3080, dan juga RTX 3070. Kebutuhan akan sebuah kartu grafis canggih memang sangat dibutuhkan. Terutama bagi para gamer yang menjadikan PC sebagai perangkat gaming utama.

Developer terkini semakin menuntut PC untuk memiliki kartu grafis yang mumpuni untuk menjalankan game-game yang dirilis, terutama game-game yang juga akan dirilis untuk konsol next-gen. Berbagai game yang dirilis tahun 2020 ini dan kedepannya semakin banyak yang mendukung teknologi ray tracing. Tentu, kamu tidak bisa menggunakan kartu grafis biasa untuk memanfaatkan teknologi mutakhir tersebut.

Uang Transfer ke Vici Gaming Belum Diberikan, Eurus Belum Bisa Bermain Untuk 4AM – Nama tim 4AM baru-baru ini terus mencuat. Organisasi esports yang berawal dari PUBG ini mencoba untuk membuat tim Dota 2 Power House dari China. Mereka mengambil dua pemain mantan PSG.LGD yaitu Somnus dan fy. Digadang-gadangkan menjadi tim terkuat, 4AM malah meninggalkan banyak drama. Khususnya di transfer saga Eurus. Transfer pemain Vici Gaming ini menyisakan banyak masalah.

Uang Transfer ke Vici Gaming Belum Diberikan, Eurus Belum Bisa Bermain Untuk 4AM

Baru-baru ini, Vici Gaming selaku organisasi sah pemegang kontrak Eurus mengatakan bahwasanya sang pemain tidak bisa meninggalkan Vici Gaming. Hal ini karena 4AM belum menuntaskan transfer sang pemain. Sebagai seorang pemain ternama, tentunya Eurus bernilai cukup tinggi dan masih terikat kontrak sah dengan Vici Gaming.

Kelakuan dari 4AM ini sempat membuat beberapa pihak meradang. Termasuk rotk yang terus mengatakan bahwasanya tidak ada niat dari 4AM untuk merampungkan hal tersebut. Untuk organisasi yang berencana menjadi besar, 4AM tidak mencerminkan hal tersebut dan kini salah satu talenta akhirnya terlantar.